Senin, 11 Juli 2022

Mushoku Tensei Jilid 3 Bab 3 Rahasia Shisou

Aku bermimpi.

Dalam mimpi itu, ada bidadari-bidadari yang turun dari langit.

Berbeda dari kemarin, aku yakin ini adalah mimpi yang indah.

Tapi di saat aku memikirkan itu, aku melihat ada mosaik yang menutupi selangkangan mereka, dan mereka tertawa dengan wajah yang menjijikkan, dan suara “Fufufu”.

Itu terasa seperti mimpi buruk.

Saat aku menyadari fakta itu, aku terbangun.

“Itu cuma mimpi....”

Belakangan ini aku sering mengalami mimpi buruk....

Dihadapanku adalah dunia yang penuh dengan tanah dan bebatuan, yang memanjang tanpa batas sampai ke cakrawala.

Benua Iblis.

Pecahan dari sebuah benua raksasa yang terbelah saat peperangan manusia-iblis berlangsung. Tempat ini dulunya adalah area yang digunakan oleh Dewa Iblis Laplace untuk mengumpulkan ras iblis.

Luas area benua ini hanyalah sekitar setengah dari luas Benua Tengah.

Tapi hampir tidak ada tanaman yang tumbuh di sini. Tanah yang ada di sini penuh dengan retakan, dan memiliki permukaan yang sangat tidak rata. Ada batu-batu luar biasa besarnya yang menghalangi pandangan, yang otomatis membuat tempat ini menjadi labirin alami.

Dan juga, konsentrasi Mana di Benua Iblis sangatlah tebal, dan ada banyak Makhluk sihir kuat yang hidup di sini. Dari kabar yang beredar, katanya, untuk menyeberangi Benua Iblis, kau akan membutuhkan waktu 3 kali lebih lama daripada saat kau menyeberangi Benua Tengah.

Ini akan jadi perjalanan yang panjang.

Saat aku berpikir untuk menjelaskan situasi ini kepada Eris, aku melihat dia sedang sangat bersemangat. Kedua matanya dipenuhi oleh bintang saat dia mengamati dataran Benua Iblis.

“Eris, sehubungan dengan tempat ini, kita sedang berada di Benua Iblis....”

“Benua Iblis! Kalau begitu petualangan kita akan segera dimulai!”

Dia benar-benar merasa senang.

Tidak merasa panik sedikitpun.

Hal apapun yang aku katakan sekarang tidak akan bisa membuatnya merasa minder.

Eris dan Ruijerd menjadi sangat dekat. Sepertinya saat aku tidur, mereka masih mengobrol dengan satu sama lain.

Yah, itu lebih baik daripada mereka bertengkar.

Eris dengan gembira menceritakan kisah-kisah yang terjadi di rumahnya, tentang belajar ilmu sihir dan ilmu pedang.

Sekalipun Ruijerd sangat jarang mengucapkan sesuatu, tapi dia selalu menjawab dengan ramah saat Eris sedang berbicara.

Apa yang terjadi dengan sikap ketakutan yang kau tunjukkan di awal tadi?

Eris ternyata tidak lagi merasa ngeri kepada pria yang menakutkan ini.

Sekalipun terkadang Eris mengucapkan sesuatu yang amat sangat kasar, yang terkadang membuat keringat dingin mengalir di punggungku, Ruijerd tetap tidak merasa marah.

Tidak peduli sekasar apapun perkataan yang dikatakan Eris, Ruijerd sama sekali tidak memikirkan itu.

Siapa sebenarnya yang menyebar rumor kalau ras Supard itu gampang marah?

Tapi sekalipun aku berpikiran seperti itu, Eris yang sekarang kurang-lebih mampu membaca suasana.

Sehubungan dengan itu, aku pikir Edona berhasil mengajari Eris dengan benar, untuk tidak mengucapkan hal-hal yang mungkin akan membuat orang lain marah.

Aku harap begitu.

Tapi aku tidak tahu seberapa banyak toleransi yang dimiliki oleh Ruijerd terhadap orang asing, dan aku berharap Eris akan lebih bijaksana dalam memilih kata-katanya.

Tentu saja, tingkat kesabaran Eris juga sangatlah rendah, jadi aku harap Ruijerd juga berhati-hati dalam memilih kata-kata.

Saat aku memikirkan itu, aku bisa mendengar suara Eris menjadi lebih keras.

“Apakah Rudeus adalah saudaramu?”

“Bukan!”

“Tapi, Greyrat itu nama keluarga, bukan?”

“Meskipun benar itu adalah namanya, tapi dia itu bukan saudaraku!”

“Saudara tiri seibu? Saudara tiri seayah?”

“Bukan dua-duanya!”

“Sekalipun aku tidak begitu yakin soal ras manusia, tapi kamu harus menghargai anggota keluargamu.”

“Aku bilang, kamu salah paham!”

“Tidak apa, kamu hanya perlu menyayangi dia.”

Eris kehilangan momentumnya, dan dengan nada yang kuat berkata.

“A, aku memang menyayangi dia...”

Yah, memang benar sih kalau kami bukan saudara kandung sungguhan.

Eris itu lebih tua dariku.

Hanya ada bebatuan di Benua Iblis, dan perbedaan ketinggian di tanahnya pun sangat terjal. Tanahnya juga keras, seperti terbuat dari batu.

Kalau kau menggali tanah, bongkahan tanahnya akan berhamburan kemana-mana.

Sama sekali tidak ada humusnya.

Tanah di sini hampir menjadi padang pasir yang gersang. Kalau kau terus-terusan hidup di tempat ini, bahkan ras iblis pun akan bertarung satu sama lain untuk memperebutkan sumber daya alam.

Hampir tidak ada tumbuh-tumbuhan di sini, dan terkadang aku melihat batu yang memiliki bentuk seperti kaktus.

“Hmm. Tunggu sebentar. Jangan sampai kalian bergerak dari tempat ini.”

Setiap 10 menit sekali, Ruijerd akan mengucapkan itu, dan lari ke arah yang berada di hadapan kami. Kemudian dia melompat ringan melewati bukit yang penuh dengan bebatuan, dan menghilang dalam sekejap.

Dia benar-benar memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.

Sekalipun Ghyslaine juga bisa dibilang luar biasa, tapi kalau kau mengkonversikan tingkat kelincahan mereka menjadi angka, maka mungkin saja kalau Ruijerd memiliki tingkat kelincahan yang bahkan lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh Ghyslaine.

Ruijerd kembali dalam waktu kurang dari 5 menit.

“Maaf membuat kalian menunggu lama, ayo kita jalan lagi.”

Sekalipun dia tidak mengucapkan apapun, ada bau darah yang samar di ujung trisula miliknya. Mungkin dia maju terlebih dahulu untuk menghabisi monster yang menghalangi jalan kami.

Benar, di kamus yang ditulis Roxy, batu berwarna merah delima yang ada di dahi ras Supard memiliki kemampuan yang mirip seperti sebuah radar. Dengan kemampuan itu, mereka mampu menemukan musuh mereka dengan cepat.

Ruijerd terlebih dahulu membunuh Makhluk sihir dalam sekejap, sebelum mereka menyadari keberadaan kami.

“Hey! Apa sebenarnya yang terus kamu lakukan sejak tadi?”

Tanya Eris dengan kasar.

“Aku membereskan Makhluk sihir yang menghalangi jalan kita.”

Jawab Ruijerd dengan ringkas.

“Bagaimana bisa kamu tahu di mana mereka berada, padahal sudah jelas kamu tidak bisa melihat mereka!”

“Kalau aku, aku bisa melihat mereka.”

Ucap Ruijerd, dan dia menyibakkan rambut dari wajahnya. Di dahi Ruijerd, kami bisa melihat ada batu berwarna merah delima yang tertanam di sana.

Sekalipun Eris mundur untuk sesaat, dia mengamati batu itu dengan cermat, dan menganggapnya menarik. Kemudian dia menunjukkan ekspresi ketertarikan.

“Bagus sekali itu!”

“Memang kelihatannya bagus, tapi aku sudah berulang kali berpikir bahwa akan lebih baik bila aku tidak memiliki ini.”

“Kalau begitu, aku akan memasangnya di dahiku untuk membantumu! Ayo, keluarkan!”

“Itu mustahil.”

Ruijerd tertawa kecut. Eris sudah mulai belajar untuk bercanda....

Itu tadi cuma bercanda, kan?

Mereka sepertinya sangat bersenang-senang, aku juga akan bergabung dalam obrolan mereka.

“Omong-omong, aku dengar Makhluk sihir di tempat ini sangat kuat...”

“Tidak banyak Makhluk sihir yang kuat di sini. Jumlah mereka di sini mungkin lumayan tinggi karena kita berada jauh dari kota-kota besar.”

Benar, mereka ada banyak.

Dari awal, Ruijerd akan membereskan para monster setiap 10 menit. Kalau di kerajaan Asura, kau tidak akan bertemu dengan satupun Makhluk sihir sekalipun kau mengendarai kereta kuda selama berjam-jam.

Di kerajaan Asura, para ksatria dan petualang akan membersihkan Makhluk sihir pada waktu yang sudah ditentukan.

Tapi sekalipun kita sedang berada di Benua Iblis, jumlah monster yang kami temui terlalu tinggi.

“Mulai dari awal kamu sudah bertarung sendirian, apa kamu baik-baik saja?”

“Tidak apa-apa. Aku membunuh mereka semua dalam sekali serang.”

“Oh begitu... Kalau kamu merasa lelah, tolong beritahu aku. Aku bisa membantumu karena aku bisa menggunakan Sihir penyembuhan.”

“Anak-anak tidak perlu merasa terlalu cemas.”

Saat dia mengatakan itu, Ruijerd meletakkan tangannya di atas kepalaku dan mengusapnya dengan malu-malu.

Mungkin orang ini benar-benar suka mengusap kepala anak-anak?

“Kamu hanya perlu untuk bertahan di samping adikmu untuk melindunginya.”

“Aku kan sudah bilang! Siapa yang adiknya! Aku tuh kakaknya!”

“Hmm, benarkah? Aku minta maaf.”

Ruijerd mengucapkan itu dan mengusap kepala Eris, tapi hasilnya adalah tangannya mendapat tamparan keras.

Ruijerd yang malang...

Sudah hampir 3 jam berlalu.

Karena banyaknya perbedaan ketinggian yang ada di jalan yang kami lalui, kami harus sering berhenti. Untuk menyeberangi jalan yang berbentuk seperti ular, kami juga menghabiskan banyak waktu.

Kalau dihitung dengan garis lurus, mungkin kami belum mencapai 1 kilometer.

Aku capek. Kemarin juga seperti ini.

Aku tidak tahu kenapa tubuhku terasa begitu lelah. Apa ini gara-gara teleportasi? Atau hanya karena aku memang tidak memiliki cukup banyak stamina?

Dibawah bimbingan Ghyslaine, harusnya aku sudah berlatih untuk meningkatkan kemampuan fisikku dengan benar...

“Ada sebuah desa!”

Eris sama sekali tidak tampak lelah, dan dia melihat tempat itu dengan begitu semangat. Aku iri dengan stamina yang dia miliki.

Sekalipun Eris bilang kalau itu adalah desa, tapi tempat tersebut lebih terkesan seperti dusun kecil. Belasan rumah dibangun berjejer-jejer dan dikelilingi oleh pagar yang dibuat secara kasar. Ada sawah kecil di samping pagar.

Sekalipun aku tidak yakin dengan tumbuh-tumbuhan seperti apa yang ditanam di sana, aku pikir sawah itu gersang.

Dengan tempat seperti ini, di mana tidak ada air sungai atau hal lain sejenisnya, mungkin itu adalah usaha yang sia-sia.

“Berhenti!”

Pintu masuk menuju desa itu diblokade. Saat aku melihatnya dari dekat, tampak ada pemuda yang kira-kira seumuran dengan anak SMP. Rambut di kepalanya berwarna biru, dan itu mengingatkanku pada Roxy.

“Ruijerd, siapa orang-orang ini!”

Dia bicara dengan menggunakan bahasa Dewa Iblis. Sepertinya kemampuanku mendengar bahasa Dewa Iblis bisa dibilang oke. Aku bisa memahami ucapannya dengan baik, OK.

“Mereka ini adalah bintang jatuh yang tadi.”

“Mereka tampak mencurigakan, kau tidak boleh membiarkan orang-orang ini masuk ke dalam desa!”

“Kenapa. Apanya yang kelihatan mencurigakan?”

Ruijerd mengencangkan wajahnya, dan mendekat sekaligus memberikan tekanan kepada pemuda itu untuk memberikan jawaban.

Hawa membunuh yang luar biasa.

Jika aku melihat Ruijerd untuk pertama kalinya saat dia sedang menunjukkan hawa membunuh seperti itu, aku pasti akan langsung melarikan diri tanpa banyak pikir panjang.

“B, bagaimanapun juga, mereka tampak mencurigakan!”

“Mereka hanya secara tidak sengaja terlibat dalam Malapetaka Mana yang terjadi di Asura, dan diteleportasi ke tempat ini.”

“Ta, tapi-”

“Kau brengsek, apa kau berniat untuk mengabaikan anak-anak ini....?”

Ruijerd mengepalkan tinjunya. Secara reflek aku menggenggam tangannya.

“Ini memang bagian dari pekerjaannya, tolong tahan dirimu.”

“Apa....?”

“Maksudku, untuk seorang bawahan seperti dia, dia tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini. Bukannya akan lebih baik kalau kita menemui seseorang dengan posisi yang lebih tinggi?”

Pemuda itu mengernyitkan dahinya saat mendengar aku mengucapkan kata bawahan.

“Kau benar. Robin, panggil Ketua.”

Ruijerd melotot ke arah pemuda itu, tatapannya seperti berkata <Cukup basa-basinya>.

“Ahh, aku juga memikirkan hal yang sama.”

Pemuda bernama Robin itu menutup kedua matanya, dan terdiam selama lebih dari 10 detik...

Apa yang dilakukan orang ini? Cepat pergi sana.

Pakai menutup mata segala, jangan-jangan kau sedang tidur!

Atau, apakah kau sedang menunggu datangnya ciuman?

“Ruijerd-san, ini...?


“Ras Migurd bisa berbicara dengan satu sama lain sekalipun mereka tidak berada dalam lokasi yang sama.”

“Ah, kalau aku ingat-ingat, Shishou-ku juga mengajarkan hal ini kepadaku.”

Lebih tepatnya, hal itu tertulis di dalam surat yang dikirim Roxy. Ras Migurd bisa berhubungan dengan satu sama lain bila mereka sedang berdekatan.

Ditambah lagi, Roxy juga menulis bahwa untuk bisa melarikan diri dari kemampuan itu, dia pergi meninggalkan desa tempatnya tinggal.

Roxy yang malang....

Meski begitu, artinya tempat ini adalah komunitas Migurd.

Mungkin akan lebih baik kalau aku mengucapkan nama Roxy. Ah, jangan, aku masih belum tahu hubungan apa yang dimiliki oleh Roxy dengan desa ini, ada kemungkinan kalau aku malah akan membawa masalah yang tidak berguna kepada diriku sendiri.

“Ketua akan segera datang.”

“Tidak masalah jika kami masuk dan mencarinya sendiri, kan?”

“Bagaimana bisa aku membiarkan kalian masuk ke dalam desa!”

“Begitukah?”

Untuk sementara, suasananya menjadi tidak nyaman. Eris menarik lengan bajuku dengan pelan.

“Hey, apa yang terjadi?”

Eris tidak mengerti bahasa Dewa Iblis.

“Dia bilang kalau kita ini sangat mencurigakan, jadi dia memilih untuk menunggu agar Ketua desa datang dan memeriksa situasinya.”

“Apa, bagian mana dari kita yang terlihat mencurigakan...”

Eris cemberut dan melihat pakaiannya sendiri. Itu adalah pakaian sama yang ia gunakan saat ia pergi ke kota atau menghadiri kelas ilmu pedang.

Sekalipun mungkin pakaian itu terlihat agak ringan untuk dipakai, tapi itu tidak kelihatan aneh sama sekali.

Paling tidak, aku pikir Eris tidak terlalu berbeda dari Ruijerd. Jika dia mengenakan sesuatu yang mirip seperti gaun, itu baru kelihatan mencurigakan....

“Tidak masalah, kan?”

“Apa maksudmu dengan tidak masalah?”

“Kalau kamu menanyakan itu kepadaku, aku juga kesulitan untuk menjelaskannya... Itu, kau tau...”

“kita akan baik-baik saja.”

“I-ya....?”

Sudah kuduga, saat kami beradu mulut di depan pintu masuk desa, Eris sepertinya merasa sedikit gelisah. Tapi setelah aku berkata padanya bahwa kita akan baik-baik saja, dia segera menjadi penurut.

“Ketua sudah tiba.”

Tampak ada seorang remaja dengan wajah kekanak-kanakan yang berjalan dengan menggunakan tongkat yang keluar dari desa. Dan ada dua gadis yang kelihatan seperti siswi SMP yang berpegangan kepada si remaja.

Semuanya tampak begitu muda.

Mungkin, saat seorang Migurd menjadi dewasa, mereka akan tetap memiliki penampilan seperti anak SMP? Kamus yang ditulis Roxy tidak menuliskan informasi tentang itu.

Oh tunggu dulu, kalau tidak salah gambar ras Migurd yang ada di kamus mirip seperti anak SMP.

Aku pikir, Roxy lah yang menggambar dirinya sendiri, bahkan dadanya pun tampak lebih berisi... Apa mungkin, kalau itu memang merupakan penampilan ras Migurd yang sudah dewasa?

Saat aku memikirkan itu, si Ketua mulai bicara dengan Robin.

“Mereka adalah anak-anak bukan....?”

“Ya, dan sepertinya salah satu dari mereka bisa berbicara menggunakan bahasa Dewa Iblis, bagaimanapun kau melihatnya, itu terasa mencurigakan.”

“Bahasa atau apalah, siapapun bisa menggunakannya kalau mereka mempelajari itu, bukan?”

“Untuk alasan apa manusia dengan umur sekecil itu belajar bahasa Dewa Iblis!”

Serius.

Ketua itu menepuk pundak Robin.

“Sudah, sudah. Kau harus menenangkan dirimu.”

Ketua perlahan berjalan ke sampingku, dan aku menundukkan kepalaku.

Bukan tata krama seorang bangsawan, tapi ojigi-nya [1] orang Jepang.

“Senang bertemu denganmu untuk pertama kali. Namaku Rudeus Greyrat.”

“Oh, sopan sekali. Aku adalah Ketua dari komunitas ini, Rocks.”

Aku mengirim sinyal mata kepada Eris. Rocks tampak seumuran dengan Eris, tapi sikapnya benar-benar berbeda dari Eris, dan dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Dia menyilangkan tangannya, kemudian menurunkannya kembali, dan kelihatannya dia tidak bisa bersikap tenang.

Dia merasa ragu, apakah dia harus menyilangkan tangannya dan bersikap arogan seperti biasa atau tidak.

“Eris, ayo ucapkan salammu.”

“Ta, tapi, aku tak bisa menggunakan bahasa Dewa Iblis?”

“Cukup lakukan saja hal yang diajarkan kepadamu di kelas tata krama. Aku akan menerjemahkannya untukmu.”

“Uu- se, senang bertemu denganmu, namaku Eris Boreas Greyrat.”

Eris menunjukkan apa yang ia pelajari di kelas tata krama dan mengucapkan salam. Rocks tersenyum setelah melihat itu.

“Gadis yang di sana, apa dia mengucapkan salam?”

“Ya, ini adalah cara kami untuk mengucapkan salam di kota kelahiran kami.”

“Hoh~ Tapi caranya berbeda denganmu?”

“Laki-laki dan perempuan memiliki cara yang berbeda.”

Rocks mengangguk dengan gaya “aku mengerti, aku mengerti”, kemudian dia meniru contohku dan menundukkan kepalanya di hadapan Eris.

“Aku adalah Ketua dari komunitas ini, Rocks.”

Eris menatapku dan tampak kebingungan setelah ia melihat si Ketua tiba-tiba mendukkan kepalanya.

“Rudeus, apa yang dia katakan?”

“Dia bilang, 'Aku adalah Ketua dari komunitas ini, Rocks.' “

“Be, benarkah? Hm, hmph. Jadi benar yang dikatakan Rudeus, kita bisa berkomunikasi dengan satu sama lain.”

Eris mengucapkan itu sambil tersenyum.

Baiklah, dengan ini situasinya beres kan?

“Jadi, bisakah kami diberi ijin untuk masuk ke dalam desa?”

Rocks mengamati seluruh bagian tubuhku, rasanya seperti dia ingin menjilatiku.

Tolong hentikan.

Kalau kau menatapku dengan penuh gairah seperti itu, aku jadi merasa kalau aku perlu melucuti pakaianku...

Tatapan Rocks berhenti di depan dadaku.

“Darimana kamu mendapat kalung ini?”

“Shishou memberikan ini kepadaku.”

“Siapa nama Shishou-mu?”

“Nama Shishou-ku adalah Roxy.”

Aku mengucapkan namanya dengan jujur. Kalau dipikir-pikir, ini adalah nama Shishou-ku yang terhormat, kenapa aku harus menyembunyikan fakta itu?

“Apa!”

Robin berteriak keras. Dia buru-buru menggenggam kedua pundakku.

Apa aku baru saja menggali kuburanku sendiri?

“Ka, kau, ba-barusan bilang Roxy!?”

“Ya, dia adalah Shishou-ku...”

Saat aku menjawabnya, di sampingku, aku melihat Ruijerd sudah siap untuk mengayunkan tinjunya, dan aku buru-buru menghentikan dia

Robin tidak tampak seperti orang yang sedang marah, tapi gelisah.

“Di-di mana Roxy sekarang?!”

“Aku sudah lama tidak bertemu dengannya, jadi aku...”

“Cepat beritahu aku! Roxy, Roxy adalah anakku!!”

Permisi, apa yang barusan dia bilang?

“Maafkan aku, aku tidak mendengar ucapanmu yang terakhir dengan jelas.”

“Roxy adalah anakku! Apa dia masih hidup?!”

Maaf bisa tolong diulangi lagi? Nah, aku mendengarnya dengan jelas.

Tunggu dulu, aku lebih memikirkan orang ini, yang kelihatan seperti anak SMP. Hanya dengan melihat penampilannya saja, kau mungkin akan menganggap kalau dia adalah adiknya Roxy.

Tapi, begitu ya, hm---.

“Cepat beritahu aku, dia pergi meninggalkan desa ini sejak 20 tahun yang lalu, dan kami belum menerima kabar sama sekali darinya sejak saat itu!”

Sepertinya Roxy diam-diam pergi meninggalkan rumahnya. Aku belum pernah mendengarkan perihal ini darinya. Hufff. Penjelasan Shishou-ku masih belum cukup mendetail.

Erm, dia bilang 20 tahun.

Huh? Berapa umur Roxy sekarang?

“Aku mohon, tolong jangan diam saja, cepat beritahu aku sesuatu.”

Oh, maaf.

“Roxy sekarang....”

Aku baru sadar kalau saat ini kedua pundakku masih digenggam oleh Robin. Rasanya seperti aku sedang diancam olehnya. Sekalipun sebenarnya ini berbeda.

Tapi tetap saja, ini terasa seperti kamu berusaha untuk menundukkanku dengan menggunakan kekerasan sekarang!

Kalau kau ingin aku menyerah dengan menggunakan kekerasan, paling tidak kau harus menghancurkan PC-ku dengan menggunakan tongkat baseball, menghajarku dengan karate, dan mematahkan hatiku dengan kata-kata yang tidak senonoh!

Kalau aku tidak menunjukkan sikap yang tegas, aku akan membuat Eris merasa gelisah, bukan?

“Sebelum itu, tolong jawab pertanyaanku. Berapa umur Roxy sekarang?”

“Umur? Anu, daripada itu...”

“Ini adalah hal yang sangat penting! Dan tolong beritahu aku tentang rentang hidup ras Migurd!”

Ini adalah sesuatu yang harus aku dengar.

“Ah, ahh.... Kalau Roxy... Harusnya dia sekarang berada di usia 44 tahun. Rentang hidup untuk ras Migurd itu sekitar 200 tahun. Sekalipun ada diantara kami yang meninggal karena penyakit, tapi bila mereka mampu tumbuh hingga usia tua, kira-kira mereka akan hidup sampai 200 tahun.”

Umur Roxy sama denganku. Aku sedikit merasa senang.

“Jadi begitu.... Ah, tolong berhenti menggenggam pundakku.”

Robin akhirnya melepaskan tangannya. Bagus sekali, baaagus sekali, kita akhirnya bisa bicara.

“Setengah tahun yang lalu, Roxy harusnya masih berada di Shirone. Sekalipun aku belum pernah bertatap muka dengannya, tapi aku berkomunikasi dengannya menggunakan surat.”

“Surat...? Anak itu bisa menulis dengan bahasa manusia?”

“Paling tidak 7 tahun yang lalu, dia bisa menulis menggunakan bahasa itu dengan sempurna.”

“Be, begitu ya.... Jadi dia baik-baik saja?”

“Kalau dia tidak mengalami kecelakaan atau terserang penyakit, harusnya sih dia masih sangat sehat.”

Saat aku mengucapkan itu, Robin berlutut di tanah dengan tubuh gemetar. Dia menunjukkan ekspresi lega sambil meneteskan air mata.

“Jadi begitu... Dia selamat... Dia selamat... Haha... Syukurlah.”

Syukurlah, ayah mertua.

Tapi dengan melihatnya, aku jadi mengingat ayahku, Paul. Kalau Paul tahu bahwa aku selamat dari bencana itu, dia mungkin juga akan menangis seperti orang yang berada di hadapanku saat ini.

Aku jadi ingin mengirim surat ke Buina sesegera mungkin...

“Kalau begitu, maukah anda mengijinkan kami untuk memasuki desa?”

Aku melihat Robin yang menangis di sudut mataku, sambil berbicara dengan Ketua Rocks.

“Tentu saja. Bagaimana mungkin kami bersikap dingin kepada seseorang yang membawa informasi tentang keselamatan Roxy?”

Efek dari kalungnya Roxy benar-benar luar biasa. Semisal aku tahu kalau ini bakal terjadi, aku akan menunjukkan kalung itu dari awal.

Ah, tidak, berdasarkan perkembangan dari percakapan kami, ada kemungkinan kalau mereka akan curiga bahwa aku telah membunuh Roxy dan mencuri kalungnya.

Ras iblis benar-benar memiliki umur yang panjang, dan pasti ada orang-orang yang memiliki penampilan berbeda dari usia mereka yang sesungguhnya.

Kalau usiaku yang sudah lebih dari 40 tahun ketahuan, tak peduli semirip apapun diriku dengan anak berusia 10 tahun, itu tetap akan mencurigakan, bukan?

Aku harus lebih berhati-hati. Lakukan lebih banyak tindakan yang sesuai dengan yang biasa dilakukan anak-anak.

Dan dengan begitu, kami memasuki desa ras Migurd.


Mushoku Tensei Jilid 3 Bab 2 Ras Supard

Ketika aku bangun, hari sudah malam.

Apa kusaksikan saat ini adalah langit yang dipenuhi bintang.

Ada beberapa ranting pohon yang terbakar dan mengeluarkan bunyi berderak

Bayangan yang terbuat dari api menari dari sisi ke sisi.

Sepertinya aku sedang tertidur disamping api unggun.

Tentu saja, aku tidak memiliki ingatan tentang membuat api unggun sebelumnya, dan aku juga tidak memiliki ingatan tentang membuat kemah.

Ingatan terakhir yang aku miliki...... Ah.

Warna langit tiba-tiba berubah, dan tubuh kami diselimuti oleh cahaya berwarna putih.

Dan kemudian, mimpi itu.

Sialan.

Aku melihat sebuah mimpi yang menjengkelkan.

“Hah.......!”

Aku buru-buru melihat tubuhku dengan panik.

Ternyata yang ada di sini bukanlah tubuh gendut dan lambat yang tidak mampu melakukan apa-apa. Rudeus yang muda dan kuat telah kembali.

Saat aku memastikan itu, ingatanku tentang mimpi yang tadi mulai memudar.

Aku menghembuskan nafas lega.

“Tch.”

Dewa Manusia sialan itu benar-benar membuatku merasa tidak nyaman.

Tapi ini sangat bagus. Sepertinya aku masih hidup di dunia ini.

Masih ada banyak hal yang belum aku lakukan..... Paling tidak, ijinkan aku untuk membuang bukti bahwa aku telah menjadi seorang penyihir.

Aku mencoba untuk bangun.

Punggungku benar-benar sakit. Apa itu gara-gara aku terus berbaring di tanah sejak aku mendarat?

Di bawah langit malam, terbentang tanah yang kering kerontang.

Sepertinya hampir tidak ada tanaman yang tumbuh di sekitar sini. Bahkan tidak ada serangga di sini. Selain bunyi berderak api unggun, aku tidak bisa mendengar bunyi lain apapun.

Di mana ini?

Paling tidak dalam ingatankuku, aku belum pernah melihat tempat seperti ini.

Kerajaan Asura penuh dengan hutan dan padang rumput.

Apakah cahaya putih itu mengubah pemandangannya menjadi seperti ini...?

Aah, bukan.

Bukan itu. Bukan seperti itu.

Hitogami sudah bilang sebelumnya, aku telah diteleportasi.

Ke Benua Iblis.

Kalau begitu, tempat ini harusnya adalah Benua Iblis.

Pasti ini gara-gara cahaya itu.... Oh.

Ghyslaine dan Eris...!

Setelah aku berdiri, aku menoleh dan melihat apa yang ada di belakangku. Eris sedang tertidur sambil menggenggam mantelku.

Kenapa ada mantel yang menyelimuti tubuhnya?

Aku tidak memakai sesuatu seperti itu....

Yah, sesuatu seperti ladies first, mungkin.

Dibelakang Eris ada tongkat sihir, “Raja Naga Air yang Sombong”.

Sepertinya dia tidak terluka, dan sekali lagi aku merasa lega.

Mungkin Ghyslaine telah melakukan sesuatu untuk Eris.

Sekalipun aku ingin membangunkan Eris, aku merasa kalau dia akan menganggapku menjengkelkan, jadi aku membiarkan dia terlebih dahulu.

Di mana Ghyslaine?

Aku mengamati daerah yang ada di sekelilingku sekali lagi, dan ada seseorang yang duduk di samping api unggun yang sebelumnya tidak aku sadari.

Aku segera menyadari bahwa ternyata orang itu bukanlah Ghyslaine.

Dia adalah seorang pria.

Dia duduk di sana tanpa bergerak sedikitpun, dan hanya memandang dan mengamatiku.

Tapi aku tidak merasa kalau dia sedang bersikap berhati-hati.

Lebih tepatnya, hmm, ah, benar juga.

Dia seperti seorang Onee-chan yang berjalan mendekati seekor kucing pemalu.

Karena kami adalah anak-anak, dia pasti merasa khawatir kalau kami merasa takut dengannya.

Jadi, tidak ada tanda-tanda permusuhan.

Saat aku mulai merasa tenang, aku menyadari penampilan tubuhnya.

Rambut berwarna hijau zamrud. Kulit berwarna putih pucat. Ada batu berwarna merah delima yang mirip seperti mata di dahinya. Di bawah tangannya ada sebuah trisula.

Ras Supard.

Wajahnya penuh dengan luka.

Tatapan matanya tajam, ekspresi wajahnya serius, dan dia kelihatan berbahaya.

Aku kembali mengingat apa yang diajarkan oleh Roxy kepadaku.

“Jangan mendekati ras Supard, dan jangan bicara dengan mereka.”

Aku langsung bersiap untuk meraih Eris dan melarikan diri dengan seluruh kemampuanku, tapi kemudian aku mengingat saran yang diberikan oleh Hitogami, dan berhenti.

“Bergantunglah kepada orang yang ada disampingmu, dan bantulah dia.”

Ucapan makhluk yang mengaku sebagai dewa itu tidak bisa dipercaya.

Setelah dia mengucapkan apa yang ingin dia ucapkan, tiba-tiba ada orang aneh yang muncul di hadapan kami, jadi kenapa aku harus percaya dengan kata-katanya?

Ditambah lagi, orang aneh itu berasal dari ras Supard.

Aku mendengar segala jenis hal mengerikan tentang ras yang satu ini dari Roxy.

Sekalipun dewa itu berkata 'bergantunglah kepadanya kemudian bantu dia', kenapa aku harus percaya dengannya?

Siapa yang harus aku percayai?

Dewa Manusia yang bahkan tidak aku kenal, atau Roxy

Sudah jelas, yang akan aku percayai adalah Roxy.

Jadi aku harus melarikan diri saat ini juga.

Tidak. Justru karena situasi seperti inilah yang membuat Hitogami memberikan saran kepadaku. Kalau aku tidak memiliki informasi lain mengenai situasi ini, aku pasti akan melarikan diri.

Dengan hasil seperti itu, kalau aku berhasil melarikan diri... Apa yang akan terjadi setelahnya?

Aku mengamati daerah yang ada di sekelilingku. Tempat ini sangat gelap, dan aku belum pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya. Tanah di sini dipenuhi dengan retakan dan ditutupi oleh bebatuan.

“Diteleportasi ke Benua Iblis.”

Jika aku percaya pada hal itu, maka ini adalah benar Benua Iblis.

Kalau dipikir-pikir, gara-gara pengaruh yang diberikan Dewa Manusia, aku jadi lupa sebuah fakta bahwa sebelum ini aku pernah melihat sebuah mimpi yang aneh.

Mimpi di mana aku terbang ke segala tempat yang ada di dunia ini.

Pegunungan, laut, hutan, lembah..... Tempat di mana kami pasti akan langsung mati bila mendarat di sana.

Kalau mimpi itu ada hubungannya dengan situasi yang kami alami saat ini, maka ada kemungkinan kalau kami memang benar-benar telah diteleportasi.

Saat ini, aku bahkan tidak yakin di bagian Benua Iblis yang mana tempat kami berada sekarang. Kalau kami melarikan diri, itu bisa berarti bahwa kami akan terdampar di tempat yang luas ini.

Pada akhirnya, memang benar tidak ada pilihan lain bagi kami.

Melarikan diri dari pria ini atau bertarung dan menang melawannya, hasil akhirnya adalah aku dan Eris akan berkeliaran di Benua Iblis sendirian, dan itu adalah hasil yang buruk.

Atau, haruskah aku membuat pertaruhan? Di siang hari, aku akan bertaruh bahwa akan ada sebuah desa yang terletak di dekat sini?

Jangan bercanda.

Bukannya aku sangat paham tentang betapa sulitnya situasi yang akan kami alami, kalau kami tidak memiliki tujuan yang jelas?

Tenanglah. Ambil nafas dalam-dalam.

Aku tidak akan mempercayai Dewa Manusia. Tapi, bagaimana dengan orang ini?

Lihat dia dari dekat. Amati wajahnya. Ekspresi seperti apa yang ia miliki saat ini?

Itu adalah kegelisahan. Wajahnya memiliki campuran antara ekspresi gelisah dan pasrah.

Setidaknya, dia bukanlah monster yang tidak memiliki emosi.

Roxy bilang, jangan mendekati ras Supard. Tapi sejujurnya, dia juga bilang kalau dirinya belum pernah bertemu dengan mereka.

Aku sadar akan konsep <Diskriminasi>, <Persekusi> dan <Perburuan Penytihir>. Ada kemungkinan bahwa ras Supard telah mengalami kesalahpahaman. Roxy seharusnya tidak memiliki niat untuk memberiku informasi yang salah, tapi ada sebuah kemungkinan kalau kebanyakan orang salah paham tentang mereka.

Naluriku berkata, dia bukanlah orang yang berbahaya. Paling tidak, aku tidak merasakan aura meragukan seperti yang dimiliki Dewa Manusia dari dirinya. Sekalipun, penampilan yang dia miliki akan mampu untuk membuat orang merasa harus berhati-hati saat berhadapan dengannya.

Aku sudah membuat keputusanku.

Aku akan berbicara dengannya.

“Halo.”

“...Aah.”

Aku mendapat jawaban darinya setelah aku menyapanya. Apa yang harus aku tanyakan selanjutnya?

“Apa anda adalah utusan dari Dewa-sama?”

Pria itu memiringkan kepalanya setelah mendengar pertanyaanku.

“Sekalipun aku tidak memahami apa maksud dari pertanyaanmu, tapi kalian jatuh dari langit. Anak-anak dari ras manusia sangatlah lemah, jadi aku membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh kalian.”

Nama <Hitogami> tidak muncul. Apa mungkin Dewa Manusia tidak bicara dengan orang ini?

Kalau aku mempercayai ucapan 'Karena itu menarik', maka situasi ini tidak hanya berdasar pada tindakanku saja.

Namun juga berdasarkan hobi yang dimiliki Dewa Manusia, yaitu mengamati interaksi diantara kami berdua.

Kalau memang benar begitu, maka pria ini mungkin adalah orang yang bisa dipercaya. Aku akan coba lebih banyak bicara.

“Anda menyelamatkan kami. Terima kasih banyak.”

“… Apa kedua matamu tidak bisa digunakan untuk melihat?”

“Hah?”

Tiba-tiba aku mendapat pertanyaan aneh.

“Um, kedua mataku bisa melihat dengan jelas?”

“Kalau begitu, kau dibesarkan tanpa mendengarkan kisah-kisah tentang ras Supard dari orang tuamu?”

“Sebenarnya bukan orang tuaku, tapi Shishou-ku yang memberitahuku untuk berhati-hati saat berhadapan dengan ras Supard. Shishou bilang, jangan dekati mereka.”

“… Apa kamu tidak ingin mematuhi ajaran dari Shishou-mu?”

Dia bertanya secara perlahan-lahan, layaknya dia sedang memastikan sesuatu.

“Kamu, bahkan saat melihatku, tidak merasa takut?”

Aku tidak takut. Aku memang tidak merasa takut, tapi aku merasa curiga.

Tapi, aku tidak perlu mengatakan itu secara terang-terangan.

“Tidak sopan rasanya kalau aku merasa takut dengan orang yang telah menyelamatkan kami.”

“Kamu benar-benar anak yang aneh.”

Dia menunjukkan ekspresi bingung.

Aneh, hm.

Yah, mungkin menghindari ras Supard adalah hal yang normal.

Aku sudah membaca tentang sejarah Laplace. Setelah peperangan usai, ras Supard mengalami penindasan.

Sekalipun penindasan terhadap ras iblis sudah menghilang, namun berbeda bagi ras Supard.

Rasanya mirip seperti perlakuan tentara Amerika terhadap tentara Jepang, di mana semua ras di sini melakukan penindasan terhadap ras Supard.

Rasanya seperti ada statement seperti ini: kalau ada yang namanya kejahatan absolut di dunia ini, itu adalah ras Supard.

Dia melemparkan ranting-ranting pohon kering ke dalam api unggun. Ranting itu mengeluarkan bunyi retakan. Aku tak yakin apakah hal ini disebabkan oleh bunyi tersebut, Eris mengeluarkan suara “Nuuu” dan tampak akan bangun. Mungkin dia sebentar lagi akan bangun.

Uh oh, itu gawat. Kalau Eris bangun, dia pasti akan membuat keributan. Sebelum semuanya menjadi kacau, paling tidak aku harus memperkenalkan diri terlebih dahulu.

“Namaku Rudeus Greyrat. Boleh aku tahu namamu?”

Ruijerd Supardia.

Beberapa ras iblis kerap menggunakan nama ras mereka sebagai nama keluarga.

Pada dasarnya, menggunakan nama keluarga adalah sesuatu yang hanya dilakukan oleh ras manusia.

Terkadang ras lain yang penasaran akan menanyakan itu.

Sebagai catatan, nama keluarga Roxy adalah Migurdia. Itu tertulis dalam buku kamus yang ditulis Roxy.

“Ruijerd-san. Aku pikir gadis yang di sana akan segera bangun. Karena dia adalah gadis yang sedikit berisik, aku akan meminta maaf terlebih dahulu, aku minta maaf.”

“Tidak apa, aku sudah terbiasa.”

Kalau itu Eris, tidak aneh rasanya jika dia akan memukul wajah Ruijerd dengan tiba-tiba, begitu dia melihatnya. Agar kami tidak bertarung melawannya, aku harus menghentikan Eris terlebih dahulu.

“Permisi.”

Aku melirik wajah Eris, dan aku pikir situasinya masih aman untuk saat ini.

Aku kembali mengamati Ruijerd.

Di bawah cahaya yang redup, aku bisa melihat kalau dia sedang mengenakan sesuatu yang mirip seperti pakaian adat.

Dia memiliki kesan seperti orang yang berasal dari Indian Amerika. Ada sulaman di rompi dan celana yang ia pakai.

“Mu.....”

Itu membuatku merasa tidak enak.

Dia terasa berbeda dari Dewa Manusia yang melakukan pendekatan secara paksa, dan aku memiliki kesan yang bagus tentang dirinya.

“Di manakah sebenarnya tempat ini?”

“Tempat ini adalah Bigoya, area yang terletak di bagian timur laut Benua Iblis. Lokasinya berada di dekat kota Kishirisu.”

“Benua Iblis....”

Kalau tidak salah, kota Kishirisu terletak di bagian timur laut Benua Iblis. Itu, kalau ucapannya bisa dipercaya.

“Kenapa kami jatuh di sini?”

“Kalau kalian sendiri saja tidak tahu, bagaimana mungkin aku bisa mengetahuinya?”

“Hmm, benar juga.”

Aku pikir, karena ini adalah dunia fantasi, maka situasi seperti ini bukanlah hal yang mengejutkan...

Bahkan orang hebat seperti pengikutnya Pergius pun ikut mengambil tindakan, jadi mungkin peristiwa ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Itu artinya, ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa peristiwa ini ada hubungannya dengan Dewa Manusia.

Tapi kalau memang kami hanya secara kebetulan terlibat dalam peristiwa ini, maka bisa dibilang bahwa kami sudah sangat beruntung karena masih bisa bertahan hidup.

“Bagaimanapun juga, aku berterima kasih atas bantuan anda.”

“Kamu tak perlu berterima kasih padaku. Omong-omong, kemana tujuan kalian?”

“Kerajaan Asura di Benua Tengah, kota Roa di wilayah Fedoa.”

“Asura...... jauh sekali, hmm.”

“Benar.”

“Tapi tak usah khawatir, aku akan mengantar kalian pulang.”

Wilayah timur laut Benua Iblis dan kerajaan Asura. Dua tempat yang berada di ujung dunia yang berbeda. Kira-kira sama jauhnya seperti Las Vegas dengan Paris.

Ditambah lagi, di dunia ini, kapal hanya berlayar di tempat-tempat tertentu. Karenanya, kami harus berjalan melewati jalur darat sampai kami mencapai tempat yang bisa digunakan untuk berlayar.

“Apa kalian punya petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi?”

“Petunjuk.... Saat langit mulai bersinar, seseorang bernama Arumanfi Sang Cahaya muncul di hadapan kami, dan berkata bahwa dia datang untuk menghentikan fenomena tersebut. Saat kami sedang berbicara dengannya, tiba-tiba cahaya putih turun dari langit..... Sesaat berikutnya, aku bangun di tempat ini.”

“Arumanfi.... Bahkan Pergius ikut mengambil tindakan? Kalau benar begitu, pasti ada sesuatu yang telah terjadi. Kalian beruntung peristiwa itu hanya berakhir dengan teleportasi.”

“Anda benar. Kalau cahaya itu menyebabkan ledakan besar, kami akan langsung mati.”

Bahkan saat Ruijerd mendengar nama “Pergius”, dia tidak tampak kaget. Mengejutkan. Mungkin Ruijerd adalah seseorang yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.

“Omong-omong, apa anda pernah mendengar tentang eksistensi bernama Hitogami?”

“Hitogami? Tidak pernah. Apa itu nama seorang manusia?”

“Ah, tidak apa-apa kalau memang anda belum pernah mendengarnya.”

Aku pikir dia tidak berbohong.

Aku tidak bisa memikirkan alasan tentang..... mengapa dia harus menyembunyikan pengetahuan yang ia miliki tentang Dewa Manusia.

“Meski begitu, kerajaan Asura hmm.”

“Sangat jauh, bukan? Tidak apa-apa. Anda hanya perlu mengantarkan kami ke desa terdekat....”

“Tidak, seorang prajurit Supard tidak akan mengubah keputusan yang telah ia buat.”

Ucapannya terdengar keras kepala, namun mantap.

Sekalipun tanpa saran dari Dewa Manusia, hanya dengan poin itu saja, mungkin akan bisa membuatku percaya dengan Ruijerd.

Tapi aku masih merasa curiga.

“Tapi Asura terletak di ujung dunia yang lain, anda tahu itu, bukan?”

“Anak kecil tidak usah terlalu banyak memikirkan hal yang tidak-tidak.”

Ruijerd dengan malu-malu meletakkan tangannya di atas kepalaku, dan mengusapnya.

Dia tampak rileks saat melihatku tidak meronta.

Orang ini, apa dia suka anak-anak?

Tapi perjalanan ini bukanlah perjalanan pendek selama 10 menit. Sekalipun dia bilang kalau dia akan mengantar kami pulang, aku masih merasa kesulitan untuk mempercayai ucapannya.

“Apa kau bisa berbicara dengan bahasa Dewa Iblis? Apa kau punya uang? Apa kau tahu tempat-tempat yang harus kau datangi?”

Dia bertanya, dan aku memikirkan kembali kata-katanya.

Sampai saat ini, aku terus menggunakan bahasa manusia untuk berbicara dengannya, namun pria dari ras iblis ini mampu menjawab dengan lancar dalam bahasa manusia.

“Aku bisa bicara dengan menggunakan bahasa Dewa Iblis. Aku bisa menggunakan sihir, jadi aku bisa mencari uang. Kalau anda membawa kami ke tempat dengan banyak orang, kami bisa mencari cara untuk pulang sendiri.”

Aku mencoba untuk membelokkan percakapan kami menuju penolakan. Sekalipun orang ini bisa dipercaya, tapi aku merasa kalau situasinya akan mengarah menuju apa yang diharapkan oleh Dewa Manusia, dan aku pikir akan lebih baik kalau aku menghindari situasi seperti itu.

Tapi setelah memikirkan ucapanku yang sarat dengan kecurigaan, Ruijerd dengan mantap menjawab.

“Kalau begitu, ijinkan aku untuk menjadi pengawalmu. Aku akan melukai harga diri ras Supard bila aku meninggalkan anak-anak untuk mempertahankan diri mereka sendiri.”

“Ras kalian benar-benar memiliki harga diri tinggi.”

“Itu adalah harga diri yang telah terluka.”

Dengan guarauan itu, aku tertawa dengan 'haha'.

Ruijerd juga menekuk sudut bibirnya dan tertawa.

Senyuman itu berbeda dari senyuman mencurigakan milik Dewa Manusia, itu adalah senyuman yang hangat.

“Bagaimanapun juga, lebih baik kita pergi ke sebuah desa yang biasa aku kunjungi terlebih dahulu.”

“Ya.”

Sekalipun aku tidak benar-benar percaya dengan Dewa Manusia, tapi mungkin orang ini bisa kupercayai.

Paling tidak, sampai kami sampai di desa tersebut, aku akan mempercayainya.

Setelah beberapa saat, kedua mata Eris akhirnya terbuka lebar. Dia langsung mengambil posisi duduk dan melihat-lihat sekeliling. Tak lama setelahnya, dia mulai merasa gelisah, namun dengan jelas menunjukkan ekspresi lega setelah tatapannya bertemu dengan tatapan kedua mataku.

Dan kemudian, sorot matanya pun melihat tepat ke wajah Ruijerd.

Teriakan yang datang dari dasar jiwanya. Dia mundur kebelakang sambil tetap berbaring, dan kemudian dia mencoba untuk berdiri untuk melarikan diri, tapi jatuh terjerembab lagi ke tanah.

Begitu takutnya dia sampai tubuhnya tidak bisa digerakkan dengan benar.

“Tidaaaaak”

Eris terjebak dalam kepanikan.

Tapi sekalipun dia tidak meronta-ronta, dia tetap tidak bisa merangkak menjauh.

Dia meringkuk di sana, gemetaran, dan berteriak.

“Tidak! Tidaaak! Takut! Akutakuttakuttakut! Tolong aku, Ghyslaine! Ghyslaine! Ghyslaineeee! Kenapa kamu tidak datang kesini! Tidak, tidak! Aku tidak mau mati! Aku tidak mau mati! Maaf! Maaf! Maafkan aku Rudeus! Aku minta maaf telah menendang dan memukulmu! Maafkan aku Rudeus karena aku bersikap seperti seorang pengecut! Aku tidak bisa menepati janjiku. Maaf, aku minta maaffffff, huaaaaaaahhhh, waaaahhhhhhhhh!”

Akhirnya dia meringkuk bagaikan kura-kura yang bersembunyi di dalam cangkangnya, dan menangis.

Aku merinding setelah melihat adegan seperti itu.

Eris yang berandalan itu, benar-benar ketakutan......

Eris adalah gadis yang berkemauan keras. Kemungkinan besar, semboyan yang ia miliki adalah “Akulah ratu penguasa seluruh dunia!”.

Dia benar-benar kasar dan egois, dan sering kali, dia akan memukulmu terlebih dahulu sebelum berpikir dengan baik. Dia adalah anak yang memiliki sifat seperti itu.

Apa mungkin bahwa aku telah membuat kesalahan yang luar biasa besarnya?

Apa mungkin bahwa ras Supard adalah ras yang benar-benar tidak boleh didekati?

Aku melihat ke arah Ruijerd. Dia masih tenang.

“Itu adalah reaksi yang normal.”

Bagaimana mungkin?

“Apakah itu karena aku adalah orang yang tidak normal?”

“Kamu memang tidak normal. Tapi...”

“Tapi?”

“Kamu tidak buruk.”

Dari samping, wajah Ruijerd tampak benar-benar kesepian.

Aku memikirkan itu untuk sesaat, sambil berdiri dan berjalan mendekati Eris. Mendengar langkah kakiku, tubuh Eris pun semakin gemetar ketakutan.

Aku membelai punggungnya pelan-pelan. Kalau kupikir-pikir, setiap aku menangis di saat aku takut akan sesuatu, nenek akan membelai punggungku, sama seperti yang aku lakukan sekarang.

“Baik, jangan takut, jangan takut.”

“Hiks, apa maksudmu jangan takut! I-itu ras Supard!”

Aku tidak tahu kenapa dia merasa begitu ketakutan. Maksudku, itu Eris. Dia adalah Eris yang akan memperlihatkan taringnya bahkan saat berhadapan dengan Ghyslaine. Harusnya tidak ada hal yang mampu membuatnya merasa takut.

“Begitu seramkah dia?”

“K, karena, ras, ras Supard! Me, memakan anak-anak! Mereka akan memakan anak-anak, kan? Hiks....."

“Dia tidak akan memakanmu.”

Dia tidak akan memakan kami, kan? Aku melihat ke arah Ruijerd, dan dia menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak memakan anak-anak.”

Benar ?

“Dengar, dia bilang dia tidak akan memakan anak-anak.”

“Ta, ta, tapi! Tapi dia adalah seorang Supard! Dia berasal dari ras iblis!”

“Sekalipun dia berasal dari ras iblis, dia bisa bicara dengan bahasa manusia.”

“Masalahnya bukan soal bahasa!”

Eris mengangkat kepalanya dan menggeram padaku. Dia sudah kembali normal. Sudah kuduga, ekspresi seperti ini hanya dimiliki oleh Eris yang asli.

“Oh, apa kau yakin kau akan baik-baik saja? Kalau kau tidak meringkuk, kau akan dimakan, kan?”

“Jangan memperlakukanku seperti seorang idiot!”

Eris melotot ke arahku setelah aku bicara kepadanya dengan menggunakan nada, seolah aku sedang berurusan dengan seorang idiot.

Kemudian dia mempertahankan ekspresinya dan menatap tajam ke arah Ruijerd.

Tubuhnya gemetaran. Kedua matanya juga berkaca-kaca. Kalau dia berdiri dengan menggunakan pose seperti biasanya, mungkin dia akan jatuh akibat kakinya yang gemetar.

“Se, senang. Berteeee-emu denganmu. Na-namaku, Eris, Bo, Bo, Boreas... Greyrat!”

Dengan agak berteriak, Eris memperkenalkan dirinya.

Memperkenalkan diri dengan ketakutan sambil bersikap sombong itu kelihatan agak lucu.

Ahh, tidak, bukan aku yang mengajari dia salam seperti itu. Saat bertemu dengan seseorang, cukup perkenalkan dirimu terlebih dahulu untuk meluncurkan serangan pertama.

“Eris Boboboreas Greyrat? Aku tidak tahu kalau ras manusia mulai suka menggunakan nama-nama yang lucu.”

“Bukan! Namaku Eris Boreas Greyrat! Aku cuma sedikit tergagap! Dibandingkan itu, sekarang gantian kamu yang memperkenalkan diri!”

Setelah berteriak, Eris mengeluarkan suara “Ah!” dan menunjukkan ekspresi gelisah. Dia akhirnya sadar, siapa sebenarnya yang barusan dia teriaki.

“Benarkah? Aku minta maaf. Namaku Ruijerd Supardia.”

Eris menenangkan ekspresi tegangnya, dan memamerkan kemenangannya.

Ekspresi di wajahnya seperti mengucapkan, “Lihat, aku tidak takut sama dia!”.

“Benar, aku bilang tidak apa-apa, bukan? Selama kita bisa berkomunikasi, semuanya bisa menjadi teman.”

“Iya! Yang dikatakan Rudeus benar! Okaa-sama berbohong kepadaku!”

Jadi, ternyata Hilda yang mengajari Eris? Itu kan cuma dongeng yang dilebih-lebihkan. Oh, tunggu, jika itu aku, jika aku melihat roh yang tidak memiliki kaki atau sejenis namahage, aku juga akan merasa ketakutan.

“Apa yang dikatakan Hilda?”

“Kalau aku tidak mau tidur dengan cepat, ras Supard akan datang dan memakanku.”

Oh begitu, jadi Hilda menggunakan dongeng tersebut untuk menidurkan anaknya.

“Tapi dia tidak akan memakan anak-anak. Kenapa kamu tidak coba untuk berteman dengan ras Supard, agar kamu bisa pamer kepada semua orang.”

“Aku bisa pamer k-kepada Ojii-sama dan Ghyslaine...?”

“Tentu saja.”

Aku melihat ke arah Ruijerd, dan dia tampak terkejut. Bagus.

“Ruijerd-san kelihatannya tidak memiliki banyak teman, aku pikir kalau Eris mau, dia akan berteman denganmu.”

“Ta, tapi...”

Apa aku berkata sesuatu yang terlalu kekanak-kanakan...

Saat aku memikirkan kembali apa yang telah aku ucapkan, Eris tampak ragu.

Kalau aku pikir baik-baik, Eris sebenarnya juga tidak memiliki teman, dan.... situasiku juga tidak banyak berbeda.

Mungkin dia masih agak merasa takut untuk mengucapkan kata “teman”. Sepertinya Eris masih membutuhkan sedikit dorongan.

“Hey, Ruijerd-san juga!”

Saat aku memberikan dorongan kepada Ruijerd, sepertinya dia akhirnya menyadari situasi saat ini.

“Eh? Ahh. Eris.... Aku mohon bersikap baiklah kepadaku.”

“! Y, ya mau bagaimana lagi! A, aku akan menjadi temanmu!”

Melihat Ruijerd menundukkan kepalanya, ada sesuatu yang runtuh di dalam hati Eris.

Itu bagus.

Tapi setelah melihat adegan ini, aku paham, Eris itu benar-benar sederhana. Aku merasa bodoh karena telah memikirkan hal ini-dan-itu tentangnya.

Tapi, aku tidak membenci sifat naif yang dimiliki Eris, hmmm...

“Fiuhh, omong-omong, ayo istirahat sebentar untuk hari ini.”

“Apa, kamu sudah mau tidur?”

“Iya Eris, sekarang aku benar-benar merasa lelah. Aku merasa sangat mengantuk.”

“Benarkah? Ya sudah kalau begitu. Selamat malam.”

Aku berbaring di tanah, dan Eris yang berada di sampingku meletakkan sesuatu mirip seperti mantel (aku yakin benda itu milik Ruijerd) di atas tubuhku untuk menyelimutiku.

Aku benar-benar lelah.

Sebelum aku kehilangan kesadaranku,

“Apa kamu sudah tidak merasa takut?”

“Aku akan baik-baik saja kalau Rudeus ada bersamaku.”

Aku mendengar beberapa kalimat yang ia ucapkan.

Hah, sekalipun itu hanya Eris, aku harus membawanya pulang dalam keadaan selamat.

Aku tertidur saat memikirkan itu.